Kamis, 29 Januari 2015

0 komentar

JAPANESE ACTOR VS KOREAN ACTOR


YAY......

I really love this topic anyway, its just pop up in my mind yesterday and I can make it today.
Let's begin...

I dont take so many sample for this topic, becos I dont know so many Japanese and Korean actors, but still I want to make this topic. hahaa
I will take Takeru Sato and Shohei Miura as the sample for Japanese Actor AND Lee Min Ho and Seo In Guk as the sample for Korean Actor.
Let me tell you how I know this guys... hehee

1. Takeru Sato, who dont know Takeru Sato this days? Uhmm, maybe people who dont know Khensin will not know him. Yap, Takeru Sato is a cast for Khenshin live version. Is he handsome??  Yeayy, definitely yes... He's an actor right? hoho.

Takeru as Khensin

2. Shohei Miura. Maybe Shohei doesn't really popular outside Japan, but I'm sure he's one of popular actor in Japan. I know this guy, when I watched Japanese Drama called Hana-Kimi. He's not the main actor there, but he's appearance absolutely a must. You know what I mean? Aminnn, lol.

Shohei Miura

3. Lee Min Ho. Well I think I dont have to give details about this guy right? hehe.

Lee Min Ho
4. Seo In Guk. What about this one? Well I know him when I watched King of High School Conduct. He's the main character of the drama, he's even got double character there. Here he is.




Okay, all the contestant have been reviewed, Let's begin for the next step, hehee...

Here's all their other photos :






Well, which one you think better?

Of course every people have different interest for those guys. But for me, I prefer Japansese Actor than Korean Actor. WHY?? Becos.... In my opinion Japanese Actors are more manly and cute in one way. And I never heard about japanese actor doing plastic surgery and something, hehehe.... Tell me if they have done plastic surgery, then my opinion will change, haha...
And if we saw them, we alredy know that they are Japanese, becos of their special look. Even if they stand in a lot of Korean, we will know, that they are not Korean. I think soo... hehee...

And one more thing about Japanese Entertainment, even though they are popular in negative entertain, but they are also have their positife entertain. Every Japansese Teenage Drama about Schooling I ever saw is very inspiaring. Their story always teach us positifly and spiritly, altough sometime kinda "deep meaning", but that's Japanese right? Where arts is in live and live in art. hehee..

Okay, I think thats all. If you want to watch good Japanese Drama you can watch Hana Kimi, Q10, and Tumbling. Its not new at all, but if you are curious, you can search that.

Thank you for reading, see you guys in my other page... Salammm :)







  

Senin, 05 Januari 2015

0 komentar

Mengenang Gus Dur: Jejak Guru Perdamaian (Good Article dari Web Tetangga) ^_^

SATUHARAPAN.COM – Seorang teolog katolik, Hans Kung, pernah mengungkapkan, tidak ada perdamaian antarbangsa tanpa perdamaian antaragama, tidak ada perdamaian antaragama tanpa dialog antaragama. Ucapan Hans Kung mengingatkan kita bahwa agama memiliki peran dan tanggung jawab yang besar di dalam membangun peradaban dunia. Agama mejadi mati dan ‘mandul’, apabila hidup dalam sekat-sekat primodialisme. Dia (baca: agama) menjadi kering, tanpa ruh, tanpa napas, kaku, apabila tidak bersinggungan dengan dunia. Agama bisa menjadi cahaya lampu yang redup, atau bisa saja lenyap dan pelan-pelan tenggelam. Sejatinya, Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan pekat.
Gus Dur adalah ‘lilin’ dan sekaligus ‘obor’ yang kiprah perjuangannya tidak akan pernah pudar. Beliau sadar bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai orang Indonesia adalah menyepakati Pancasila yang merupakan satu-satunya falsafah negara yang mempersatukan masyarakat umat beragama dalam bingkai NKRI. Gus Dur seperti ‘lilin’ dan ‘obor’ yang menerangi perjuangan masyarakat Indonesia untuk tetap mempertahankan kebhinekaan. Dia mengedepankan keteladanan yang santun, mengedepankan persatuan dan kesatuan agar umat tetap rukun dan harmonis dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Tanggal 30 desember kemarin, kita memperingati Haul Gus Dur yang ke-5. Beliau adalah perancang keberagaman Indonesia yang semua kiprahnya adalah untuk membimbing umat ke arah yang lebih baik terutama dalam kerukunan, persatuan dan kesatuan. Sebab faktor konflik dan disharmonisasi selama ini diakibatkan karena munculnya ketidaksepahaman yaitu banyak orang yang memuliakan Tuhan, tetapi tidak menyayangi sesama manusia.
Gus Dur adalah tokoh yang menjadi pelopor di dalam dialog antaragama/ antariman. Selama ini memang dialog-dialog agama sudah banyak dan sering dilakukan. Tetapi kalau diamati dengan benar-benar, apakah hasilnya sudah nampak, terutama dalam kehidupan umat? Pantas dicatat bahwa yang sering terjadi dalam dialog-dialog tersebut ialah dialog mengenai ajaran agama, mencari kebenaran dan hal-hal yang bersifat pembenaran semata, mencari tahu siapa yang lebih benar. Memang harus diakui bahwa pasti ada perbedaan dalam ajaran/doktrin agama, meskipun ada juga titik-titik temunya. Gus Dur pernah mengatakan, justru di tengah perbedaan itulah, kita dapat mengetahui dimana letak titik persatuan kita.
Pada hemat saya, Gus Dur memberlakukan “dialog antariman” di tengah realitas masyarakat Indonesia yang plural ini. Bukan hanya dialog “inter-religions ” saja tetapi “inter-faith” yang lebih mendalam sifatnya. Melalui dialog antariman, umat akan dibawa ke arah yang bukan semata-mata ”having religion ” tetapi lebih dalam lagi yaitu ”being religious ”, yang nanti akan memuncak pada ”being inter religious”. Inilah situasi ideal yang kita kehendaki dalam kehidupan bersama umat beragama, yang sekaligus juga umat berbangsa dan bernegara Indonesia. Tentu ini menjadi harapan Gus Dur untuk masa depan Indonesia yang cinta damai.
Gus Dur, yang selama hidupnya telah banyak menanamkan budi, beliau seperti bunga mawar, yang harum, berwarna merah dan indah dilihat. Kalau toh, mawar itu mati dan lisut, harumnya tidak akan pernah sirna. Beliau tidak akan pudar, kenangan, berjuta perjuangan, pembelaan terhadap ’wong cilik’ menjadikannya seperti angin yang mengelana. Dia (baca: Gus Dur) juga seperti api yang kenangannya ’menyala’ dan menghangatkan jiwa para penerusnya. Dia melakukan tindakan saleh dengan hati tulus, tanpa pamrih bak ksatria yang melakukan semua itu karena dia mencintai Indonesia.
Di tepi makam, saya masih berujar demikian, benarkah dia sudah dimakamkan? Karena sebaiknya dan seharusnya dia masih hidup di bumi pertiwi ini. Perjuangan kemanusiaan, demokrasi dan keadilan belum selesai. Hatinya menyala-nyala bagai obor yang hidup, mencoba menelisik kembali jejak guru bangsa, dan sekaligus guru spiritual. Kata kunci untuk mengenang dirinya adalah ’tulus’ ’nirpamrih’, ’menolong’ dan ’manusia’. Meskipun raga sudah tiada, tetapi nilai-nilai yang diwariskannya tetap lestari dan diperjuangkan oleh penerusnya. Ingatan manusia tidak akan lupa sosok guru bangsa yang toleran ini.
Banyak pesantren di Jawa Timur yang terus menerus hingga hari ini, mengadakan tahlilan, doa bersama lintas iman untuk mengenang Alm. Gus Dur. Tidak ada paksaan, tidak ada yang menyuruh, dan tidak ada yang membayar. Semua itu di lakukan demi cintanya kepada Gus Dur dan cintanya kepada Indonesia. Ketaatan itu murni, tidak digerakkan dan diiming-imingi ’hadiah’ tertentu, tetapi semua itu buah dan budi perjuangan Gus Dur. Kepergiannya memberi kita pelajaran: ketulusan dibayar dengan ketulusan. Kebaikan dibalas dengan kebaikan.
Gus Dur memberikan kita sebuah contoh bagaimana kita hidup sebagai agama di Indonesia ini. Beliau mengajarkan dialog kehidupan yaitu dialog yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Selain dialog kehidupan, beliau juga mengajarkan dialog karya, yaitu bekerjasama untuk masalah-masalah sosial dan tujuan tertentu di masyarakat dan yang terakhir, dialog autentik, yaitu dimana partner-partner yang dialog itu duduk bersama, mendialogkan hal-hal yang sudah disepakati sebelumnya dengan hati yang tulus, ikhlas dan penuh cinta kasih.
Mengapa kita harus berdialog? Karena dasarnya jelas bahwa Allah itu adalah Allah yang dialogis. Allah yang memanggil ciptaan-Nya, manusia untuk menjadi mitra-Nya, menjadi hamba-Nya, menjadi pelayan-Nya. Sama seperti penciptaan Adam yang artinya manusia dalam kebersamaan.
Find your Gus Dur’s spirit and be an instrument of peace!
Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa dialog harus lebih mengutamakan manusia (’people to people dialogue’) daripada wakil suatu agama dengan wakil agama lain. Sama seperti di dalam ajaran Islam, yang dikenal istilah ”dalihan na tolu” yang di dalamnya ada kebersamaan, percakapan, makan bersama dan semuanya itu berintikan komunikasi/ dialog. Dengan dialog, manusia menyadari bahwa dirinya tidak sendiri, tetapi hidup bersama dengan yang lain. Karena manusia adalah khalifah Allah (Q.S. 2 : 30) yang menyadari bahwa dirinya selalu ada pihak lain di samping dirinya, yang kepadanya ia harus berdialog. Semua umat manusia dan mengaku dirinya beragama mempunyai panggilan untuk berdialog sesuai dengan hakekat kemanusiaannya dan juga hakekatnya di tengah masyarakat.
Bagi Gus Dur, hidup bukan sekadar soal aturan/ ”apa aturan mainnya”, namun bagaimana ”bermain” dengan hati yang terarah pada TUHAN dalam suasana batin penuh syukur dan karya bening penuh kebajikan moral. Itulah buah-buah spiritualitas sang guru bangsa. Jadi mendidik orang di jalan damai bukan sekedar soal ”lakukan ini dan itu sebagai pendidik” namun ”lakukan ini dan itu dalam kesadaran akan penghayatan TUHAN atas hidup si pendidik dalam segala lembah dan gunungnya, sehingga membuah dalam ucapan dan tindakan yang gembira, bersih dan menghadirkan pengaruh positif bagi orang/anak/murid sedemikian rupa sehingga tercipta sistem yang kondusif bagi mekarnya potensi perdamaian di dalam diri nara didik”. Ada Adagium yang mengatakan begini, ”si vis pacem para orthodoxy, orthopraxy et orthospiritus?” : ”Jika menginginkan damai, siapkanlah ajaran yang benar, tindakan yang benar dan spiritualitas yang benar”.
Dimulai dan diteladankan dari dan oleh diri sendiri, dan dibagikan kepada sesama dalam segala realitas, di rumah, sekolah, di tempat kerja dan di ladang dunia ini. Memang sulit, tidak mudah tapi bukan mustahil, bukan khayalan. Yang diperlukan adalah kesungguhan memperjuangan nilai perdamaian dengan hati penuh syukur, bukan dengan hati muram. Yang diperlukan adalah memperjuangan perdamaian dengan keteladanan dalam segala aspek kehidupan dan bukan dengan keahlian retorika. Ingat, perdamaian bukan soal jualan pepesan kosong. Yang diperlukan bukan kepandaian mempengaruhi orang lain dengan segala macam janji dan orasi, melainkan dengan bukti dalam buah kehidupan sendiri dan memeliharanya dalam sistem edukasi.
Di mana semua itu di mulai? Jawabnya adalah, Find your Gus Dur’s spirit in your heart. Banyak orang datang ke makamnya, menaburkan bunga, berdoa, tetapi tidak menemukan spiritnya. Tidak mendapatkan semangat dan daya juangnya. Ia (baca : Gus Dur) mengingkan para GUSDUR-ian dimanapun berada mewarisi keteladannya dan dunia ini membutuhkan karya damai.
Temukan itu. Mungkin saja tempat itu tak jauh dari tempat Anda. Malah mungkin saja, tempat itu adalah di rumah Anda sendiri, di tempat di mana Anda sendiri kini berada. Di situlah panggilan hidup sebagai pendamai yang penuh syukur dan menjaga kualitas moral di butuhkan. Find your Gus Dur’s spirit and be an instrument of peace!

Penulis adalah calon pendeta GKI Jombang dan menjadi aktivis GUSDUR-ian Jombang

Jumat, 02 Januari 2015

7 komentar

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Palembang (Updated Jan'19)

SEKILAS PROMO... AYO KUNJUNGI ONLINE SHOP SAYA DI
DI TOKOPEDIA : RUMAH POPOK LYLY - PLG ATAU
DI SHOPEE : RUMAH POPOK LYLY - PLG ATAU
DI BLOGSPOT : RUMAH POPOK LYLY - PLG
PENUHI KEBUTUHAN POPOK ANAK KESAYANGAN ANDA DENGAN HARGA LEBIH HEMAT !!!


Hello Guys,
Harini saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya pada saat bayar pajak mobil dan motor saya yang baru saja jatuh tempo.
Semuanya pasti uda tau donk, kalo mau bayar pajak kendaraan bermotor di Palembang itu, bayarnya di Samsat yang lokasinya di seberang Palembang Square, disamping Kantor Dinas Pendapatan Daerah Palembang (sekarang sudah pindah di A.rivai dekat simpang lampu merah Sushi Tei).

Nah kemarin, tanggal 2 Januari 2015, saya kesana mau bayar pajak tahunan biasa dan untuk ganti stnk dan plat karena uda 5 tahun (ada 2 kendaraan yang saya bayar). Karena proses pembayaran yang saya lalui kemarin masih banyak bingung-bingungnya, jadi saya ingin share sedikit ke temen-temen, supaya pas temen-temen mau bayar pajak kendaraan bermotor kalian, paling nggak kalian uda ada bayanganlah nanti disana mau ngapain aja. Soalnya, disana tuh agak rame, dan agak berantakanlah istilahnya birokrasinya. So, I hope this helpfull.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat akan membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Palembang :
1. Siapkan dokumen pemilik kendaraan yang akan dibayar pajaknya. Dokumennya antara lain KTP, BPKB, STNK asli.
2. Berikut proses pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk 1 tahunan (Updated) :
   a.Fotokopi KTP, BPKB, dan STNK anda di tempat fotokopi di belakang ruang pusat transaksi, plus beli mapnya juga seharga Rp 3rb.
  b. Sudah itu ambil formulir di counter atau loket Form SPPKB.
  c. Isi form, lalu ambil antrian.
  d. Tunggu nomor antrian dipanggil ke counter berapa ( biasanya 1 atau 2 Untuk 1 tahunan) lalu berkasnya anda kasih ke bagian pendaftaran yang ada di counter. Lalu tunggu.
   e, Sudah nama kita dipanggil,langsung ke counter 1 atau 2, maka anda diwajibkan membayar pajaknya di kasir di counter yang bersangkutan. Lalu balik nunggu lagi.
   f. Setelah nama Anda dipanggil lagi,  anda lgsg ke counter pengambilan dokumen dengan menyerahkan bukti pembayaran yang tadi. SELESAI deh....   Mudahkan?
Notes : apabla dalam pengisian form yang diambil dari SPPKB tadi Anda menemukan kendala, cukup dikosongkan saja yang Anda tidak mengerti. Tapi diusahakan semua pertanyaan yang ada di form  yang ada juga jawabannya di STNK semuanya diisi.
4. Untuk proses pembayaran pajak 5 tahunan, yang otomatis akan berganti plat. Maka langkah-langkahnya adalah :
   a. Pada saat sampai di Samsat, langsung menuju ke area Cek Fisik yang berada di parkiran Samsat.
   b. Setelah nomor Rangka dan nomor mesin kita digesek, maka berkasnya diserahkan ke counter yang ada di dekat pintu masuk. (Berkasnya adalah fotokopi KTP, STNK, dan KTP asli serta hasil cek fisik yang tadi).
   c. Lalu tunggu sebentar, setelah nama kita dipanggil kita ambil lagi berkas yang tadi dengan formulir baru yang sudah dilampirkan oleh petugas untuk kita isi.
   d. Lalu langsung ke counter 3 untuk pergantian STNK (5 tahunan) yang keterangannya "TELITI ULANG 5 TAHUN", ambil dan isi formulir lalu serahkan ke petugas dan tunggu sampai nama dipanggil.
   e. Sama seperti  yang 1 tahunan.
   f. Sama seperti yang 1 tahunan.
   h. Setelah itu, menuju ke ruangan Workshop di belakang ruangan utama untuk pengambilan nomor Plat baru. Selesai de...
Notes ;
1. Karena prosedur untuk yang 5 Tahunan sedikit lebih banyak, supaya dalam 1 hari bisa kelar pembuatan Platnya, disarankan agar datang ke Samsatnya pagi-pagi (samsat buka pukul 8pagi). Karena pembuatan plat tidaklah langsung, tapi harus mengantri dulu untuk permintaan pembuatannya, lalu masih perlu menunggu lagi.
2. Apabila Anda kesana tinggal mengambil plat kendaraan yang Anda sudah proses beberapa sebelumnya, Anda bisa mengecekanya di WorkShop atau di tempat penyimpanan Plat di dalam, dekat counter-counter pembayaran paling ujung. Apabila lebih dari 6 bulan, silahkan cek di dalam.
So guys, kira-kira seperti itu proses seluk beluk pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Palembang. Memang agak sedikit ribet (makanya banyak calo berkeliaran, haha). In my opinion, rute untuk proses pembayaran pajaknya uda oke, tinggal penempatan counter, keterangan penjelasan prosedur, mesin antrian, dll masih kurang oke. Semoga kedepannya bisa lebih teratur dan rapi dari sekarang dan semua masyarakat bisa langsung mengerti dengan sendirinya pada saat sampai disana.
Update info :
1. Loket pembayaran sudah berubah formasi dan nama loket juga sudah berubah. Loket untuk pembayaran pajak tahunan bisa dari loket 1 sampai 4, sedangkan loket untuk 5 tahunan ada di loket 5.
2. Formulir untuk 5 tahunan bisa langsung diambil di atas meja loket, sebelum diserahkan lagi ke loket 5 bagian pendaftaran, jangan lupa ambil nomor antrian terlebih dahulu sebelum penyerahan dokumen.
Begitu aja sih perubahannya, tidak terlalu ribet guys.
===================================================================


BAYAR PAJAK 1 TAHUNAN NO RIBET (WILAYAH PALEMBANG)

Guys, sekarang kalau mau bayar pajak 1 tahunan kendaraan bermotor sangat mudah banget lho....
Sudah taukah Anda tentang hal ini???
Nah, ayo saya kasih tau, sekarang banyak sudah buka kantor-kantor cabang pembantu atau loket-loket bayar pajak yang berada di lokasi strategis-strategis di Palembang lho. Berikut beberapa diantaranya :
1. Mall PS
2. Mall PIM
3. Mall OPI
4. Dekat water Boom OPI
5. Mall PTC
Lokasinya dimana di dalam mall? Silahkan ditanya dengan staff lokasi yang bersangkutan ya.
kalau di OPI di lantai 2 sebelah gramedia, di PIM sebelah AW.
Terus cara bayarnya gimana?
Cukup bawa KTP dan STNK yang asli dan fotokopi, dan map (karena sepengetahuan saya, beda tempat beda aturan dikit). Ada yang aturannya cukup bawa KTP STNK asli, ada yang bisa pakai fotokopi, dan ada yang harus ada map, makanya jadi dibawa aja de semuanya biar ga ribet.
Terus, masukan dokumen ke antrian, lalu tunggu sampai nama kalian dipanggil, lalu bayar pajaknya, nunggu lagi sampai nama kalian dipanggil lagi, baru diambil STNKnya yang baru.
Selesai.....
Secara prosedur, masih sama kayak yang di pusat, cuma kalau di tempat-tempat ini bisa lebih leluasa dan ga terlalu ramai.
Semoga artikel ini bisa membantu.

Jangan lupa untuk bunda-bunda atau ayah-ayah yang lagi nyari pempes/pospak buat sang buah hati, silahkan mampir ke toko online saya disini yah... TQ....
SHOPEE : RUMAH POPOK LYLY - PLG