Senin, 27 September 2010

0 komentar

My Little Lovely Shop

Yup, this is it. My Little Shop, I'll expose here. :D

Please visit this link for shop with me. My Shop

Sedikit sejarah tentang toko online kecilku. Pertama kali gue coba-coba buka toko online adalah sekitar 2 tahun lalu. Itu pun modalnya nekad doank, haha. Awalnya gue ikut forum khusus cewek, trus disana banyak yang jualan. Jadi gue liat liat, liat liat, n liat liat lagi. Eh, ternyata banyak banget orang yang buka toko online. Jadi de, gue kepingin ikutan juga. Trus lanjut-lanjut sampai sekarang de. :)
Motivasi gue jualan juga karena gue secara pribadi emang suka dengan accessoris yang unik-unik gitu. Jadi sekalian gue jualan, sekalian gue juga koleksi sendiri.

Keuntungan punya accessoris unik adalah :
  1. Ga banyak orang yang pake (accessoris yang umum juga memang banyak variasi dan warnanya, tp modelnya kn itu itu aja).
  2. Harga terjangkau walaupun barangnya masih langka. 
  3. Nambah pede.
  4. Cocok untuk kado Ultah buat orang yang kita sayang. Karena kan untuk kado biasanya kita mau something special & ga umum gitu, jadi cocok bgt kn? hehe.
  5. Buat nambah koleksi accessoris loe loe semua. Buat di pajang di meja rias juga cocok. 
So, buat kamu-kamu yang lagi nyari korean accessoris grosir atau retail, yuk ke shop aq aja. Dijamin harga murmer & bisa dijual lagi juga. :D

Salam,
Girl on The Move

Selasa, 21 September 2010

2 komentar

Check Out All Usefull Links here !!!

syndicate isn't crime: Backpacker Bali (perkiraan biaya)

Korean Accessoris Murah !!!

Naked Traveler Blog

Senjata Untuk Membunuh Vampir

Sabtu, 18 September 2010

0 komentar

Cocokkah Kamu dengan si Doi???

Yuk, cek kecocokan kamu dengan si Doi based on Zodiak-nya kamu. Check it out !!

Aries : 21 Mar - 20 Apr
  • Cocok Sekali : Gemini, Leo, Aquarius, Sagitarius
  • Boleh Juga : Aries, Libra
  • Agak Ajaib : Cancer, Capricorn
  • Jangaaan ! : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Taurus : 21 Apr - 20 Mei
  • Cocok Sekali : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
  • Boleh Juga : Taurus, Scorpio
  • Agak Ajaib : Leo, Aquarius
  • Jangaaan! : Aries, Gemini, Libra, Sagitarius
Gemini : 21 Mei - 20 Jun
  • Cocok Sekali : Aries, Leo, Libra, Aquarius
  • Boleh Juga : Gemini, Sagitarius
  • Agak Ajaib : Virgo, Pisces
  • Jangaaan! : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Cancer : 21 Jun - 20 Jul
  • Cocok Sekali : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
  • Boleh Juga : Cancer, Capricorn
  • Agak Ajaib : Aries, Libra
  • Jangaaan! : Gemini, Leo, Sagitarius, Aquarius
Leo : 21 Jul - 21 Agust
  • Cocok Sekali : Aries, Gemini, Libra, Sagitarius
  • Boleh Juga : Leo, Aquarius
  • Agak Ajaib : Taurus, Scorpio
  • Jangaaan! : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Virgo : 22 Agust - 22 Sept
  • Cocok Sekali : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
  • Boleh Juga : Virgo, Pisces
  • Agak Ajaib : Gemini, Sagitarius
  • Jangaaan! : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Libra : 23 Sept - 23 Okt
  • Cocok Sekali : Gemini, Leo, Aquarius, Sagitarius
  • Boleh Juga : Aries, Libra
  • Agak Ajaib : Cancer, Capricorn
  • Jangaaan! : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Scorpio : 23 Okt - 22 Nov
  • Cocok Sekali : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
  • Boleh Juga : Taurus, Scorpio
  • Agak Ajaib : Leo, Aquarius
  • Jangaaan! : Aries, Gemini, Libra, Sagitarius
Sagitarius : 23 Nov - 20 Des
  • Cocok Sekali : Aries, Leo, Libra, Aquarius
  • Boleh Juga : Gemini, Sagitarius
  • Agak Ajaib : Virgo, Pisces
  • Jangaaan! : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Capricorn : 21 Des - 19 Jan
  • Cocok Sekali : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
  • Boleh Juga : Cancer, Capricorn
  • Agak Ajaib : Aries,  Libra
  • Jangaaan! : Gemini, Leo, Sagitarius, Aquarius
Aquarius : 20 Jan - 18 Feb
  • Cocok Sekali : Aries, Gemini, Libra, Sagitarius
  • Boleh Juga : Leo, Aquarius
  • Agak Ajaib : Taurus, Scorpio
  • Jangaaan! : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Pisces : 19 Feb - 20 Mar
  • Cocok Sekali : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
  • Boleh Juga : Virgo, Pisces
  • Agak Ajaib : Gemini, Sagitarius
  • Jangaaan! : Aries, Leo, Libra, Aquarius

Semoga Bermanfaat
Salam,
Girl On The Move ;)


Sore Yang Panas Sambil Jaga Net (Check Out My Book Collection Here)

Sore-sore jaga net, barusan ganti shift ni sama adekku, sambil makan melon (manis banget lho melonnya, hehe), gue mau nulis judul-judul buku yang gue uda koleksi sampai sekarang. Sebenarnya niatku ini uda lama, tapi baru terealisasi sekarang, ya gpp lah daripada ga sama sekali ya ga? =p
Sebagian besar sih novel fiksi, nih semua buku yang uda gue kumpulin dari gue SMA. Ga terlalu banyak sih, soalnya mamaku suka ngomel kalo aq beli buku terus, tp gue tetep aja beli, haha.
  1. Johanna Lindsey - Judul : The Devil Who Tamed Her (Pelajaran Cinta dari Sang Iblis Penggoda)
  2. Johanna Lindsey - Judul : You Belong To Me - Pertunangan Panas di Musim Dingin Cardinia
  3. Melissa Bank - The Girl'S Guide to Hunting and Fishing 
  4. Julia Quinn - Duke of Wyndham yang Hilang (The Lost Duke of Wyndham)
  5. Daniel Keyes - The Fifth Sally (Sally & 4 Teman Rahasia)
  6. Kozue Takeuchi - Ageha 100% Vol.5 - Komik
  7. Shin Ji Sang & Ji Oh - Song Vol.1 - Vol. 10 (End) - Komik
  8. Lisa Kleypas - Mine Till Midnight (Janji di Tengah Malam)
  9. Linda Lenhoff - Life ala Mode (Chicklit)
  10. Alisa Kwitney - Does she or doesn't she? (Benarkah dia begitu atau tidak?) Chicklit
  11. Alisa Kwitney - The Dominant Blonde (Si Pirang Yang Dominan)
  12. Trinity (nama alias) - The Naked Traveller (Catatan Seorang Backpacker Wanita Indonesia Keliling Dunia)
  13. Editor : Stephanie & John Meyer - Love & Relationships - Kisah-kisah remaja tentang cinta, kasih sayang & persahabatan (Teen Ink)
  14. Linda Howard - Cover of Night (Selimut Malam).
  15. Nora Roberts - The MacGregors - For Now, Forever (Sekarang & Selamanya)
  16. Nora Roberts - The MacGregors - The Perfect Neighbor (Tetangga Yang Sempurna)
  17. Nora Roberts - The MacGregors - Playing The Odds (Cinta Yang Dipertaruhkan)
  18. Nora Roberts - This Magic Moment (Momen Penuh Keajaiban)
  19. Sandra Brown - 22 Indigo Place
  20. Sandra Brown - Eloquent Silence (Gaung Keheningan)
  21. Sandra Brown - Thursday'S Child (Peran Ganda)
  22. Sandra Brown - Led Astray (Pelabuhan Hati)
  23. Sandra Brown - In a Class By Itself (Reuni)
  24. Sandra Brown - Two Alone (Biarkan Aku Mencintaimu)
  25. Allesia Holiday - American Idle (Pengangguran Amerika)
  26. Elizabeth Kostova - The Historian (Sang Sejarawan) - Fakta x Fiksi x Sejarah
  27. Kate DiCamillo - The Miraculous Journey of Edward Tulane - Novel Anak-anak (19 Sept'10)
  28. Trinity - Naked Traveler 2 - Traveling Book (19 Sept'10)
  29. Linda Howard - Killing Time (Menembus Waktu) - Novel Romance (19 Sept'10)
  30. Valeri Frankel - Not So Perfect Man (Pria Yang Tidak Terlalu Sempurna) - Chicklit
  31. Dave Pelzer - The Privilege of Youth (based on true story) - Novel (19 Sept'10)
  32. Sherillyn Kenyon - Dark Hunter Series (Almost Complete) - 2012 - 2013
My favorites are Nora Roberts - MasGregors serial, Sandra Brown - Thursday'S Child, & Johanna Lindsey- The Devil Who Tamed Her, & Allesia Holiday-American Idle. :D
Next time, kalo sempet ntr gue lampirin gambar cover sama resensi novelnya juga ya. :)

Ini gambar-gambar Cover My Collection Books.


Resensi buku :
Selama ini, kebanyakan isi tulisan perjalanan di media hanyalah tentang sesuatu yang indah-indah. Kita serasa disodori brosur yang menggunakan bahasa berbunga-bunga dan foto-foto hasil rekayasa digital agar pembaca tergerak untuk mengunjungi tempat tersebut.
Padahal traveling tidak selalu enak dan nyaman. Suatu tempat tidak selalu indah dan bagus. Kenangan perjalanan yang paling diingat Trinity pun bukanlah tentang keindahan arsitektur suatu bangunan atau putihnya pasir pantai, tapi pesawat yang delay atau orang lokal yang tidak ramah.
Pengalaman (yang sering tidak terduga) saat melakukan perjalanan jauh lebih berwarna. Seperti kata pepatah : it's not the destination, but the journey.






Salam,
Bella ^_^



Dibawah ini beberapa cuplikan dari Buku Teen Ink Kisah Kisah-kisah remaja tentang cinta, kasih sayang & persahabatan. Enjoy !!! :)

Cinta Tidak Memandang Warna

Aku menuliskan kisah ini pada buku catatan lusuh yang kutemukan di dalam tasku. Lembar-lembar kertasnya sudah sangat kumal, bolpoinku hampir kehabisan tinta, dan kepalaku juga pening. Rasa-rasanya aku mulai mengidap migrain ringan.

Aku berada di Tokyo (ya, Tokyo, Jepang), duduk di bangku di salah satu tamannya yang terkenal, sambil menulis. Aku selalu menulis. Kurasa menulis sudah menjadi semacam terapi bagiku.

Aku menulis tentang dirimu. Berpikir tentang kamu pun sudah membuatku tersenyum. Kamu masih ingat hari ketika kita pertama kali bertemu? Sejujurnya kukatakan waktu itu aku tidak terlalu tertarik padamu, begitu pula kamu padaku. Sejujurnya juga kukatakan bahwa aku memberikan nomor teleponku padamu dan pada tiga orang lain (kamu pasti tidak tahu itu). Tapi kamu yang pertama meneleponku. Dan aku senang.

Maka kita pun mengobrol-aku, dengan berbagai analogi. Lucu ya, betapa aku selalu bicara dalam analogi. Kamu sendiri cukup terus terang dan jujur, kukagumi sifatmu itu, Banyak orang suka berbohong di dunia ini. Tapi kamu jujur padaku, dan itulah yang membuatku sayang padamu. Kamu bisa menerima analogi-analogiku (bahkan memahami beberapa di antaranya), dan kamu mendorongku - menantangku malah - untuk berani menyampaikan apa-apa yang kupikirkan. Selama ini aku selalu bersembunyi di balik analogi-analogiku, tapi sebagai individu yang perspektif kamu bisa melihat diriku yang sesungguhnya. Aku juga tak berdaya terhadapmu dan kamu terhadapku. Tapi kita tidak saling memanfaatkan hal tersebut, berlawanan dengan yang kadang dilakukan orang-orang.

Sesekali, kalau sedang menyusuri jalan, entah di kota besar atau di kotaku sendiri, aku suka bertanya-tanya bagaimana pandangan orang terhadapku. Dunia kita ini terdiri atas berbagai stereotipe - masing-masing orang memakai sudut pandangnya sendiri sebagai tameng. Aneh, bukan, bahwa manusia merasa takut akan perbedaan? Tapi saat kita bersama-sama, aku tak pernah mempertanyakan pandangan orang. Itu tidak penting. Kamu pemuda Kolumbia, ramping dan tampan, dan menyukai sepak bola. Aku gadis berambut pirang, berkulit putih, murid sekolah Katolik yang mencintai seni dan mengarang. Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang sepak bola.

Hidup terasa manis. Seperti halnya ada hari-hari cerah, ada pula hari-hari penuh badai. Kuperhatikan beberapa temanku mulai menjauh. Sahabat-sahabat karibku (meski beberapa di antaranya tidak setuju dengan hubungan berbeda bangsa) masih tetap suportif. Namun, beberapa yang menentang keras. Kucoba menjelaskan masalahku padamu, tapi aku tak sanggup bicara. Sungguh ironis, bukan, betapa orang yang pandai bicara mendadak jadi bisu pada saat-saat yang justru sangat penting? Aku tetap diam ketika situasinya semakin parah.

Kamu bertanya, apa yang semakin parah? Mula-mula orang-orang mulai melontarkan berbagai lelucon. Sungguh jahat mereka, tapi kuanggap kekejaman mereka diakibatkan oleh "ketidaktahuan". "Ketidaktahuan" ini kugunakan sebagai alasan, padahal kenyataannya sering kali ketidaktahuan itu merupakan pilihan.

Kejadian yang paling kuingat (bahkan sampai hari ini) adalah kejadian saat mata pelajaran kimia. Di lab kami mengadakan percobaan dengan bahan-bahan kimia, termasuk iodine. Kalau terkena iodine, kulit akan berubah jadi hitam atau cokelat gelap. Guru kami sudah memperingatkan tentang hal tersebut. Beliau tidak ingin seragam kami menjadi kotor.

Beberapa menit kemudian, kudengar seseorang berbicara dengan suara keras, mengatakan agar aku mengecat hitam kulitku, supaya sama dengan warna kulit pacarku. Aku tertegun.

Hanya itu yang ada di dalam benakku saat ini : kata-kata orang itu. Hampir setiap hari kudengar, kadang berulang kali, seperti mimpi buruk, atau kaset rusak. Kata-kata itu bukan kata-kata yang terlontar karena ketidaktahuan, melainkan karena kebencian. Dan itu membuatku sangat sedih, sangat sedih.

Tapi aku senang kita tidak membiarkan mereka menang. Lucu, bukan, bagaimana orang-orang mengubah hal sederhana dan indah - yakni cinta - menjadi suatu perjuangan? Sejujurnya kukatakan, dengan senang hati aku bersedia mengalami lagi malam-malam ketika aku menangis hingga tertidur. Persahabatan dari orang seperti dirimu jauh lebih berharga daripada semua itu... jauh, jauh lebih berharga.

Jadi mungkin, kita sudah menang. Aku tidak merasa malu mengatakan terus terang aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, dan tidak penting bagiku apakah warna kulit-mu putih... hitam... atau ungu. Sebab, sahabatku, cinta tidak memandang warna. Cinta tidak memandang warna.

Susan A. Eldred

Rebels Six

Pada malam musim gugur itu kami duduk-duduk di tumpukan serpihan kayu. Aku dan sahabat karibku, Jon, bersantai sambil mengobrol tentang macam-macam hal yang ada di benak kami. Kami sudah lama sekali bersahabat karib, dan percakapan ini merupakan saat-saat penuh perenungan dan pembelajaran,

Tumpukan serpih-serpih ksyu itu berada di tempat pembuangan daun di dekat rumah. Di tempat inilah kami telah menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanak kami, membangun benteng-bentengan, naik sepeda balap, dan sekadar menjauhkan diri dari orang-orang. Tempat pembuangan ini ibarat kerajaan pribadi kami.

Kami mulai mengobrolkan hal-hal yang biasa kami lakukan dulu. Kami ingat, dulu kami berjalan kaki bersama-sama waktu pertama kali masuk SMA; bahkan kami ingat tahun-tahun kami semasa SMP. Semakin banyak mengobrol, semakin kami menyadari betapa cepat waktu berlalu, padahal dulu rasanya lama sekali. Dulu lingkungan sekitar rumah kami sangat menyenangkan, dengan adanya tempat pembuangan daun, sekolah, jalur sepeda BMX, bahkan lapangan golf tempat kami suka bermain menjadi tentara.

"Jon, kau ingat tidak, dulu orang-orang suka bilang mereka ingin sekali menjadi anak-anak seumuran kita lagi, sementara kita sendiri tidak mengerti kenapa bisa begitu?" Sekarang kami baru mengerti, mengapa orang-orang dewasa berkata demikian, dan betapa kami waktu itu tidak menghargai masa muda kami. Sementara percakapan kami berlanjut, aku jadi semakin marah dan frustasi. Aku terus berharap, andai aku bisa menghentikan perputaran waktu. Kini kami baru menyadari, betapa beruntungnya kami mempunyai teman-teman yang begitu karib, begitu banyak tempat menyenangkan dan begitu banyak kesempatan untuk bersenang-senang.

Selama bertahun-tahun kami memimpikan untuk tumbuh dewasa. Kami selalu menikmati saat-saat menyenangkan di pesta-pesta, tapi kami tidak pernah sepenuhnya senang. Kami selalu ingin menjadi anak-anak yang lebih besar, yang menyelenggarakan pesta-pesta itu. Kami ingin bisa menceritakan pada anak-anak yang lebih muda, apa saja yang kami lakukan waktu kami seumuran mereka.

Sekarang akhirnya keinginan itu telah menjadi kenyataan.Untuk sesaat rasanya senang sekali menyadari bahwa kakak-kakak kami sudah tidak ada lagi di rumah, dan sekarang kamilah yang menjadi anak-anak tertua. Sekarang kami sudah menyetir mobil kami sendiri, kami dijadikan anutan, kami yang menyelenggarakan pesta-pesta, dan kami dikagumi oleh anak-anak yang lebih muda.

Tapi perasaan yang membahagiakan ini hancur lebur begitu kami memikirkan tahun depan. Jon akan masuk korps Marinir Amerika Serikat, Ogar akan pindah ke kota, Carper akan masuk akademi yang jauhnya seratus mil dari sini, Reed dan Dart akan bekerja, sedangkan aku masih bersekolah. Ini tahun terakhir kami bersama-sama. Lambat laun sang waktu akan merampas masa kanak-kanak kami, dan kami akan menjadi laki-laki dewasa.

Pada titik inilah aku dan Jon bertekad untuk menjalani hidup ini sepenuhnya. Menjalani setiap saat sebagaimana adanya, bukan hanya karena saat ini sekadar batu loncatan untuk menuju saat berikutnya. Meski kami telah mengalami banyak saat-saat indah, setiap detik yang kami sia-siakan tidak akan pernah kembali, dan tahun depan kelompok Rebels Six akan menjadi sekadar enam pemberontak, masing-masing menempuh jalannya sendiri menuju ke kedewasaan. Meski persahabatan kami tetap bertahan, masa-masa untuk tumbuh dewasa bersama-sama dan menghabiskan waktu bersama-sama akan segera meninggalkan kami.

Semakin kupikirkan malam itu, semakin ingin aku mengumpulkan semua anak kecil yang ingin cepat-cepat dewasa. Ingin kukatakan kepada mereka agar menghargai dan menikmati setiap saat. Begitu banyak yang tidak mengerti betapa beruntungnya mereka.

Aku bukan bermaksud mengatakan bahwa masa-masa kuliah nanti tidak bakal menyenangkan. Hanya saja, sewaktu kami duduk bersama malam itu, aku jadi belajar menghargai apa yang kumiliki, dan menjalani setiap saat sepenuhnya.

Christopher Gubelmann




Jumat, 17 September 2010

0 komentar

Money Oh Money....

Bicara soal uang, dimana mana tuh pasti bawa susah.
Pertama, cari uang tuh susah, harus kerja keras dulu baru bisa dapat uang. Tapi juga belum tentu semua orang yang kerja keras bisa kaya, kata orang Chinese, itu semua tergantung nasib juga plus usaha itu tadi.
Kedua, mikirin uang aja bisa buat orang stress, terbukti banyak orang bunuh diri karena uang (utang atau usahanya bangkrut). Uang juga bisa bikin manusia tuh saling membunuh, contoh jambret atau maling aja sekarang pada sadis. Tidak sedikit jambret atau maling yang membunuh korbannya juga.
Ketiga, uang bisa membawa perselisihan. Orangtua yang punya banyak uang, apabila hartanya belum dibagi-bagi tapi udah meninggal pasti meninggalkan perselisihan di antara anak-anaknya karena memperebutkan warisan orang tuanya.

Jadi, bolehlah kita mencari uang dengan susah payah namun jangan lupa gunakan cara yang benar, sehingga uang tersebut akan lebih bermakna bagi hidup kita dan dapat membuat kita bahagia.

Salam,
Girl On The Move :)

 

Kamis, 16 September 2010

0 komentar

Kumpulan Asal Usul Palembang - My Lovely City !!! ALL ABOUT PALEMBANG !!!

Sebagai anak Palembang, saya cukup bangga terhadap kota saya ini. Oleh karena itu, berikut ini saya lampirkan beberapa asal usul Palembang, dari asal usul tempat sampai asal usul dan arti nama Palembang itu sendiri. Semoga bermanfaat !!! :)

NB : Sumber dari website infokito. 

Benteng Kuto Besak (BKB)

Ensiklopedia
Benteng Kuto Besak
triyono-infokito
Kuta Besak adalah keraton pusat Kesultanan Palembang Darussalam, sebagai pusat kekuasaan tradisional yang mengalami proses perubahan dari zaman madya menuju zaman baru di abad ke-19. Pengertian KUTO di sini berasal dari kata Sanskerta, yang berarti: Kota, puri, benteng, kubu (lihat ‘Kamus Jawa Kuno – Indonesia’, L Mardiwarsito, Nusa Indah Flores, 1986). Bahasa Melayu (Palembang) tampaknya lebih menekankan pada arti puri, benteng, kubu bahkan arti kuto lebih diartikan pada pengertian pagar tinggi yang berbentuk dinding. Sedangkan pengertian kota lebih diterjemahkan kepada negeri.

Benteng ini didirikan pada tahun 1780 oleh Sultan Muhammad Bahauddin (ayah Sultan Mahmud Badaruddin II). Gagasan benteng ini datangnya dari Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) atau dikenal dengan Jayo Wikramo, yang mendirikan Keraton Kuta Lama tahun 1737. Proses pembangunan benteng ini didukung sepenuhnya oleh seluruh rakyat di Sumatera Selatan. Mereka pun menyumbang bahan-bahan bangunan maupun tenaga pelaksananya.
Siapa arsiteknya, tidak diketahui dengan pasti. Ada pendapat yang mengatakan bahwa arsiteknya adalah orang Eropa. Untuk pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan kepada seorang Cina, yang memang ahli di bidangnya.
Sebagai bahan semen untuk perekat bata ini dipergunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan. Tempat penimbunan bahan kapur tersebut terletak di daerah belakang Tanah Kraton yang sekarang disebut Kampung Kapuran, dan anak sungai yang digunakan sebagai sarana angkutan ialah Sungai Kapuran.
Pada tahun 1797, pembangunan benteng ini selesai, dan mulai ditempati secara resmi oleh Sultan Muhammad Bahauddin pada hari Senin, 23 Sya’ban 1211 Hijriah di pagi hari atau bersamaan dengan 21 Februari 1797 Masehi. Sedangkan putranya yang tertua, yang menjadi Pangeran Ratu (putra mahkota) menempati Keraton Kuta Lama.
Pada Perang Palembang 1819 yang pertama, benteng ini dicoba oleh peluru-peluru meriam korvet Belanda, tetapi tak satu pun peluru yang dapat menembus, baik dinding maupun pintunya. Akibat kehabisan peluru dan mesiu, maka armada Belanda tersebut melarikan diri ke Batavia. Dari sinilah lahir ungkapan, yang menyatakan pekerjaan yang sia-sia, karena tak mendatangkan hasil: Pelabur habis, Palembang tak alah, artinya perbuatan atau usaha yang tak rnemberikan hasil, hanya mendatangkan rugi dan lelah sernata. Peristiwa ini ditulis dengan penuh pesona dalam Syair Perang Menteng atau disebut pula Syair Perang Palembang.
Selain keindahan dan kekokohannya, Kuto Besak memang terletak di tempat strategis, yaitu di atas lahan bagaikan terapung di atas air. Dia terletak di atas “pulau”, yaitu kawasan yang dikelilingi oleh Sungai Musi (di bagian muka atau selatan), di bagian barat dibatasi oleh Sungai Sekanak, di bagian timur berbatas Sungai Tengkuruk dan di belakangnya atau bagian utara dibatasi oleh Sungai Kapuran. Kawasan ini disebut Tanah Kraton.
kraton-palembang-jjeakes-500px.jpg
Gambar Sketsa Keraton Palembang oleh J. Jeakes
Bentuk dan keadaan tanah di kota Palembang seolah-olah berpulau-pulau, dan oleh orang-orang Belanda memberinya gelar sebagai de Stad der Twintig Eilanden (Kota Dua Puluh Pulau). Selanjutnya menurut G. Bruining, pulau yang paling berharga (dier eilanden) adalah tempat Kuto Besak, Kuta Lama dan Masjid Agung berdiri.
Terbentuknya pulau-pulau di kota Palembang ialah karena banyaknya anak sungai yang melintas dan memotong kota ini. Sewajarnya pula kalau Palembang disebut Kota Seratus Sungai. Sedangkan di zaman awal kolonial, Palembang dijuluki oleh mereka sebagai het Indische Venetie. Julukan lainnya adalah de Stad des Vredes, yaitu tempat yang tenteram (maksudnya Dar’s Salam). Dan memang nama ini adalah nama resmi dari Kesultanan Palembang Darussalam.
bkb.jpg
Peta Benteng Kota Besak (tanda plus) dilihat dengan wikimapia
[Klik untuk memperbesar]
Struktur dan Teknis
Menurut I. J. Sevenhoven, regeering commisaris Belanda pertama di Palembang, Kuto Besak berukuran lebar 77 roede dan panjang 49 roede (Amsterdamsch roede = kurang lebih 3,75 m, atau panjangnya ialah 288,75 meter dan lebarnya 183,75 meter), dengan keliling tembok yang kuat dan tingginya 30 kaki serta lebarnya 6 atau 7 kaki. Tembok ini diperkuat dengan 4 bastion (baluarti). Di dalam masih ada tembok yang serupa dan hampir sama tingginya, dengan pintu-pintu gerbang yang kuat, sehingga ini dapat juga dipergunakan untuk pertahanan jika tembok pertama dapat didobrak (lihat LJ. Sevenhoven, Lukisan, halaman 14).
Pengukuran terbaru para konsutan sendiri mendapatkan ukuran yang sedikit berbeda, yaitu panjang 290 meter dan lebar 180 meter.
Pendapat de Sturler megenai kondisi benteng Kuto Besak:
“… lebar 77 roede dan panjangnya 44 roede, dilengkapi dengan 3 baluarti separo dan sebuah baluarti penuh, yang melengkapi keempat sisi keliling tembok. Tembok tersebut tebalnya 5 kaki dan tinggi dari tanah 22 dan 24 kaki.
Di bagian dalam di tengah kraton disebut Dalem, khusus untuk tempat kediaman raja, lebih tinggi beberapa kaki dari bangunan biasa. Seluruhnya dikelilingi oleh dinding yang tinggi sehingga membawa satu perlindungan bagi raja. Tak seorang pun boleh mendekati tempat tinggal raja ini kecuali para keluarganya atau orang yang diperintahkannya. Bangunan batu yang lain dalam kraton adalah tempat untuk menyimpan amunisi dan peluru”. (lihat W. L de Sturler – Proeve – halaman 186)
denahkeraton
Gambar Denah Keraton Palembang tahun 1811 [klik gambar untuk memperbesar]
Pada saat peperangan melawan penjajah Belanda tahun 1819, terdapat sebanyak 129 pucuk meriam berada di atas tembok Kuto Besak. Sedangkan saat pada peperangan tahun 1821, hanya ada 75 pucuk meriam di atas dinding Kuto Besak dan 30 pucuk di sepanjang tembok sungai, yang siaga mengancam penyerang.*** [triyono-infokito]
benteng.jpg
Gambar Gerbang Depan Utama Benteng Kuto Besak
Lawang Buratan (gerbang sisi barat) Benteng Kuto Besak yang masih tersisa
bentengkutobesak.jpg
Benteng Kuto Besak Menyambut Visit Musi 2008
***Referensi

  • Humas Pemerintah Kotamadya Palembang; Palembang Zaman Bari
  • Johan Hanafiah; Kuto Besak: Upaya kesultanan Palembang Menegakkan Kemerdekaan 
  •  

Ensiklopedia
Sungai Musi
Sungai Musi adalah sebuah sungai yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia dengan panjang sungai sekitar 750 km dan merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Sumatera. Sejak masa keemasan Kerajaan Sriwijaya, sungai Musi ini terkenal sebagai sarana utama transportasi kerajaan dan masyarakat. Ini tetap berlanjut pada masa pemerintahan kesultanan Palembang Darussalam.
Hingga kini pun sungai Musi masih menjadi alternatif jalur transportasi ke daerah tertentu dan untuk kepentingan tertentu. Beberapa industri yang ada di sepanjang aliran sungai Musi juga memanfaatkan keberadaan sungai Musi ini.
Sumber mata air utama sungai Musi berasal dari daerah Kepahiang, Bengkulu, dan bermuara di 9 (sembilan) anak sungai besar, yaitu Sungai Komering, Rawas, Batanghari, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan. Batanghari Sembilan sendiri merupakan ungkapan untuk sembilan sungai besar ini.
Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan, yaitu kawasan Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang. Keberadaan Sungai Musi membelah Kota Palembang masih memberi citra tersendiri bagi warganya.
Kisah kota sungai atau kota de stad der twintig eilanden (kota 20 pulau) masih bisa dijual sebagai cerita wisata. Keberadaan sekitar 108 sungai yang pernah membelah kota Palembang dengan lembahnya yang berawa-rawa, kini tidak akan kita temukan lagi.
Begitu banyak sungai di kota Palembang dengan kehidupannya, maka orang-orang Eropa menyamakan Palembang dengan Venesia dari Timur, di samping itu disebut juga sebagai de stad der twintig eilanden (kota dua puluh pulau). Pulau-pulau ini terbentuk karena adanya anak-anak sungai yang memotong lembah yang ada, di samping memang di Sungai Musi ada pulau-pulau yaitu antara lain Pulau Kembaro (Kemaro) dan Pulau Kerto.
Sungai Tengkuruk tahun 1910
Sungai Tengkuruk tahun 1910
Jalan Tengkuruk tahun 1930, salah satu contoh sungai (Sungai Tenguruk) di kota Palembang yang sudah berubah menjadi jalan raya
Sungai Sekanak, salah satu anak sungai yang membelah kota Palembang
Di sepanjang perairan sungai Musi dapat kita temui sejumlah pemukiman penduduk dengan rumah rakitnya, pusat industri PT. Pusri, PT. Pertamina dan PT. Semen Baturaja, pulau Kemaro, kompleks pemakaman Bagus Kuning, situs makam raja-raja Kesultanan Palembang Darussalam, Pelabuhan Boom Baru, kampung Arab, Mesjid Lawang Kidul, Mesjid Ki Merogan, Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan masih banyak lagi.
musi.jpg
Sungai Musi dengan latar belakang Pabrik PT PUSRI
amperared.jpg
Sungai Musi dengan latar belakang Jembatan AMPERA 
Alur pelayaran sungai Musi memiliki banyak tikungan. Di beberapa titik bahkan terjadi penyempitan alur. Kedalaman alur sangat tergantung dengan pasang surut air laut. Perbedaan pasang surut antara muara sungai Musi dengan Pelabuhan Boom Baru berkisar enam jam. Sehingga kapal-kapal yang mau masuk ke pelabuhan harus bisa menyesuaikan jadwal dengan kondisi ini.
Pasang surut Sungai Musi antara 30 cm sampai 275 cm bersifat harian tunggal. Artinya, kalau sedang surut, maka kapal harus menunggu satu hari baru dapat berjalan. Dalam kondisi begitu, sungai ini hanya bisa dilayari kapal berukuran sedang (draft sampai tujuh meter) selama enam jam per hari.
Sungai Musi memberikan pada penduduknya satu watak yang khas, bagaikan watak sungai tersebut, yaitu tenang di permukaan tetapi menghanyutkan di bawahnya. Inilah watak semon (semu) dari penduduk kota ini. Di samping itu arus pasang surut yang sangat berbeda di permukaan sungai, merupakan watak kontroversial dari penduduk yang lemah lembut yaitu dia dapat bereaksi di luar dugaan. Inilah gambaran umum (stereotype) masyarakat Palembang yang dilukiskan oleh pelapor dan penulis Belanda di zaman bari.*** [triyono-infokito]
***Rujukan
  • Humas Pemkot Palembang, Palembang Zaman Bari, PT Karya Unipress
  • http://www.setneg.ri.go.id
  • Harian Kompas, Edisi 8 Juli 2000
  • Berbagai sumber

Arti Nama Palembang
Nama Palembang banyak mempunyai arti. Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air. Menurut Kamus Dewan (karya Dr. T.Iskandar, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1986), lembang berarti lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah. Untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.
Menurut I.J. van Sevenhoven (Lukisan tentang Ibukota Palembang, Bhratara, Jakarta, 1971, hlm. 12), Palembang berarti tempat tanah yang dihanyutkan ke tepi, sedangkan Stuerler menerjemahkan Palembang sebagai tanah yang terdampar. Pengertian Palembang tersebut kesemuanya menunjukkan tanah yang berair. lni tidak jauh dari kenyataan yang ada, bahkan pada saat sekarang, yang dibuktikan oleh data statistik tahun 1990, bahwa masih terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang. Sebagai catatan tambahan, di Kotamadya sekarang ini masih tercatat sebanyak 117 buah anak-anak sungai yang mengalir di tengah kota.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
  • Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan
  • Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah
  • Daerah pesisir timur laut
Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat menentukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban.
Kapan Nama Palembang ‘Lahir’?
Kapan nama Palembang “lahir” tepatnya belum dapat diperkirakan. Apakah nama ini lahir sejak Sriwijaya runtuh atau sebaliknya nama Palembang lahir lebih dahulu sebelum nama Sriwijaya “lahir”. Dari sumber Cina, yaitu kronik Chu-fan-chi, karya Chau Ju-kua tahun 1225, disebutkan nama Pa-lin-fong (Palembang), adalah salah satu bawahan San-fo-tsi.
Wang Ta-yuan dalam catatan perjalanannya Tao-i chih-lio (1349-1350), membedakan antara San-fo-tsi dengan Ku-kang (Kiu-Kiang), yaitu dua buah nama dan tempat yang berbeda. Menurut Ma-huan dalam Ying-yai-Sheng-lan ditulis tahun 1416, menyatakan bahwa Ku-kang adalah negeri yang dahulunya disebut San-fo-tsi (San-bo-tsai).
Dari kronik-kronik Cina, sebagian mengatakan bahwa pengertian San-fo-tsi dapat berarti Palembang dan juga Jambi. J.L.Moens mempertegas bahwa yang disebut kerajaan San-fo-tsi bukan hanya satu kerajaan saja, dia menyarankan bahwa ahli sejarah harus membedakan “San-fo-tsi Palembang” dan “San-fo-tsi Melayu”. Sayangnya J.L. Moens tidak tuntas menyelesaikannya.
Banyak penulis sejarah berpendapat kekeliruan penulisan Cina karena San-fo-tsi (Suarnabhumi atau Pulau Emas) dengan hanya menyebutkan nama pulaunya saja, tidak mendetil dengan nama-nama kerajaan di bagian pulau tersebut.
Nama Palembang pada zaman klasik, selain dalam catatan kronik Cina, juga tertulis dalam Nagarakertagama karangan Prapanca pada tahun 1365. Di dalam Pupuh XIII disebutkan negara-negara bawahan Majapahit di daerah Melayu adalah; Jambi, Palembang, Dharmasraya, Toba dan seterusnya.
Setelah zaman Islam nama Palembang menjadi populer dengan dimuatnya di dalam Babad Tanah Jawi (1680) dan Sejarah Melayu (1612). Sejarah Melayu aslinya ditulis sekitar tahun 1511, ditulis kembali dari pelbagai versi, antaranya oleh Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi yang menulis kembali teks tahun 1612. Teks yang menceritakan Palembang dari Sejarah Melayu:
….. ada sebuah negeri di tanah Andalas, Perlembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya, asalnya daripada anak-cucu Raja Sulan; Muara Tatang nama sungainya. Adapun negeri Perlembang itu, Palembang yang ada sekarang inilah. Maka Muara Tatang itu ada sebuah sungai, Melayu namanya; di dalam sungai itu ada sebuah bukit Seguntang Mahameru namanya.
triyono-infokito


25 September 2010

Hari yang mendung. Kenapa mendung? Yah, karena hari ini tuh hujan terus dari pagi sampai sore. Yah masih mending cuma hujan aja, ini jalanan pada banjir. Mana gue uda planning hari ini gue mau ke rumah temen yang jaraknya lumayan jauh. Alhasil dari pagi mau jalan kesono keujanan, trus pulangnya juga keujanan (swt!!). Bedanya kalo pagi gue ga kebanjiran, tp sore??? Wah banjir dimana-mana, macet pula. Khususnya banjir di bawah jempatan layang itu lho... Pemda kota Palembang seharusnya antisipasi donk situasi yang kayak gini. Oke lah kalo banjirnya cuma di deket rumahku aja, toh kan jalan kecil. Ini di Jalan Jend. Sudirman yang merupakan jalan utama kota Palembang, banjir?? Di bawah jembatan layang khususnya.Satu lagi nih yang harus diperhatikan oleh Pemda kota Palembang, yaitu soal kemacetan. Kayaknya kemacetan di kota Palembang uda makin parah hari ke hari. Bayangkan, jalan-jalannya masih sama tapi mobil-mobil dan motor-motor tiap hari bertambah jumlahnya, gimana ga macet coba? Ayo Pemda Palembang, kita buat kota kito tercinto ini jadi kota yang bebas banjir & bebas macet. Kalo bisa gue input saran, ntr kn di kota baru Grand Citra City (kalo ga salah) jalan-jalannya diatur sedemikian rupa aja supaya ga macet dan banjir sebagai antisipasi. Siapa tw entar Palembang dijadiin ibukota negara Indonesia (ngarep), haha. Semangat !!!

Salam,
Girl On The Move


30-01-2016

Welcome to Palembang now days.............

Sudah bertahun-tahun yah. saya ga update page ini, tetapi mulai sekarang bakalan saya update terus nih. Topiknya cuma ALL ABOUT PALEMBANG !!! OUR LOVELY CITY, KOTA PEMPEK. :D

Seperti yang wong kito semua udah tau nih, Palembang sekarang menjadi tuan rumah ASIAN GAMES 2018. Sebagai tuan rumah yang baik, biasanya kita menghias rumah kita donk sebelum tamu-tamu kita datang. Untuk itu, kota Palembang sekarang sedang dipermak. Dari Jembatan Layang di Plaju, sampai pembangunan LRT di Palembang !!!
Akhirnya LRT hadir di Palembang !!! Itu yang saya pikirkan sejak mengetahui proyek tersebut sedang dijalanin di Palembang. Progresnya pun lumayan cepat kalau saya perhatikan sejak awal tahun baru 2016 ini. Bayangin, Palembang punya LRT nyaingin Jakarta, hehe...

Apa sih beda LRT sama MRT?
Kepanjangan LRT adalah Light Rail Tranait, sedangkan MRT adalah Mass Rapid Station.
Secara penggunaan, LRT dan MRT itu sama saja fungsinya. Yaitu sebagai alat transportasi massal menyerupai kereta tetapi menggunakan listrik. Di negara ASEAN yang sudah mempunyai LRT dan MRT lebih dari Indonesia adalah seperti Malaysia, Singapore, Thailand, dan Manila.

1. Daya angkut (kapasitas)
Kapasitas LRT jauh lebih kecil dari MRT.
Namun hal ini kayaknya ga berlaku di Kuala Lumpur, Malaysia. Karena menurut pengalaman saya, LRTnya KL itu lebih panjang dibandingin MRTnya. Atau mereka salah kasih nama ya? Ga tau juga, but its the fact. haha

2. Perlintasan
MRT itu biasanya dibangun di bawah tanah (underground)., sedangkan LRT di jalur layang (elevated).
Rute planniung LRT PLG yang akan dibangun di Palembang pun, berawal dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai Jakabaring.

 2 hal itu saja sih yang membedakan antara LRT dan MRT. Secara akomodasi dan penggunaan LRT dan MRT semua sama.

Namun apakah pembangunan LRT di Palembang ini akan berfungsi semaksimal mungkin? Berikut hal-hal yang saya kira harus diperhatikan, yaitu stasiun pemberhentian, tempat parkir di stasiun ujung, fasilitas pejalan kaki, dan tata cara penggunaan LRT, serta biaya naik LRTnya. Berikut pembahasannya di bawah ini.
Kalau yang saya perhatiin dari negara tetangga (KL), stasiun (tempat pemberhentian seperti halte bus) LRT dan MRT mereka itu semuanya berada di tempat-tempat strategis seperti bandara, shopping centre, campus centre, bisnis centre, pusat kota, dan tempat wisata. Kalau Anda-anda pernah pergi ke KL secara independen dan menggunakan fasititas LRT & MRT disana, kalian pasti uda tahu. Yang saya lihat sekilas dari proses pembangunan LRT di PLG ini kayaknya udah kena di spot-spot rame, seperti airport, pasar KM.5, pasar Cinde, Masjid Agung, dan Mall di sekitar Palembang icon.

Nah selain itu, di ujung rute LRT dan MRT mereka juga tersedia tempat parkir kendaraan yang luas. Ini dikarenakan, pemerintah mereka ingin memaksimalkan penggunaan LRT dan MRT sekaligus meminimkan kendaraan di pusat kota agar tidak terlalu banyak dan mengurangi macet.










Berbicara tentang fasilitas LRT, akan tidak jauh dengan fasilitas pejalan kaki. Mengapa?
Karena stasiun pemberhentian mungkin adalah spot ramai, tapi tidak semua orang mempunyai tujuan tepat di statiun tersebut. Mungkin tujuannya berada disekitar stasiun tersebut. Misalnya Anda ingin ke PS Mall, stasiun pemberhentiannya mungkin akan berada di dekat Palembang Icon Mall. Jadi Anda harus, jalan kaki lagi ke PS Mall. Nah, karena hal inilah, fasilitas pejalan kaki harus disediakan secara benar.
Apabila Anda pernah ke Bangkok Thailand, sistem MRT/LRT mereka itu sangatlah panjang dan banyak stasiunnya. Beberapa stasiun di tengah kota, bahkan tidak jauh dari yang lainnya, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan langsung terhubung ke gedung Mall atau pusat perbelanjaan disana. Hal ini sangat efisien untuk mengurangi kemacetan yang merupakan salah satu GOL dari pembangunan LRT ini. So, semoga LRT di Palembang bisa kayak gitu juga ya. :D

Tata Cara Penggunaan LRT - Ini merupakan HAL YANG CUKUP PENTING
1. Tidak boleh makan dan minum di dalam gerbong
2. Berikanlah tempat duduk untuk lansia, wanita hamil, wanita dengan anak-anak, dan orang cacat.
3. Tidak membuang sampah sembarang di gerbong LRT alias jagalah kebersihan.
4. DLL.
Semua peraturan itu dibuat agar kita semua aman dan nyaman dalam menggunakan fasilitas umum ini. Jadi, ayo kita patuhin aturannya. :)

Biaya Alias Ongkos LRT

Nah, ini tentunya saya ga tau berapa. Cuma yang pasti semakin jauh tujuannya akan semakin mahal ongkosnya. Cengli lah... :D
Semoga  Bapak-Bapak pejabat PLG penentu Ongkos LRT PLG itungnya bisa seekonomis mungkin ya. Jadi, semua orang "memilih" naik LRT dibanding naik kendaraan pribadi. Jadi jalanan di Palembang ga macet lagi, dan everybody happy. hehee

Okay, I think this enough for today. See you in my next article. :D





     

My New Blog !!!

Finally, my blog is created. Yah, walaupun masih kurang sana sini, paling ga uda jadi basicnya, hehe. Dan seiring berjalannya waktu semoga blog-ku ini akan bisa lebih bermanfaat bagi aq sendiri dan masyarakat blogger ya. Sebenernya sih dulu udah pernah coba-coba bikin blog, tp karena dulu males otak atik jadi lama-lama uda lupa de IDnya apa, =p.
Trus, sekarang kan aq lagi pengangguran juga, sambil jaga net aq pikir-pikir enakan aq ngeblog aja kali yah, sekalian belajar mengungkapkan "my feeling into words", hahaha...
Oh ya selain itu, motivasi aq bikin blog juga karena aq baca-baca blog para sis sis blogger lainnya, jadi aq kepingin ikutan cara mereka share keseharian mereka itu. Yah, walaupun keseharianku ga asik-asik amad, bodo-lah yang penting ngeblog...wkwkwkkw
Hal-hal yang aq interest itu seperti learning languages (so, sapa yg mw ngasih aq les gratis bole bgt tuh =p), musik yang lg in, accessoris unik, books, anime & manga, and traveling (yg inini yang buat aq, aq masih kurang bgt ): ).  
Sekarang aq lagi mikir mw nulis apa lagi di blog ku ini, maklum aq orgnya kurang kreatif, inovatif, konservatif, dll lah, wkwkwk...
Semoga ilham dari Tuhan akan segera turun kepadaku... Amin.

Salam
Girl on The Move ;)